Tampilkan postingan dengan label Intuiting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intuiting. Tampilkan semua postingan
INTUITING INTROVERT (Ii)

INTUITING INTROVERT (Ii)

Intisari tentang anda: Kecerdasan Anda Intuiting yang berarti merujuk kepada indra keenam Anda,  yang sekaligus menjadi otak kreatif Anda. Kecerdasan tersebut dikemudikan bergerak dari dalam ke luar, sehingga Anda cenderungmenjadi trendsetter di lingkungan profesi Anda.

Sistem operasi otak berada di : Belahan Otak KananLapisan Putih (dalam) Kecerdasan setara : CQ (Creativity Quotient) Peranan :Initiator (Penggagas) Kelebihan : Invention (Penemuan) Target :Significance (Perubahan nyata) Harapan : Creating (Penciptaan) Arah Merek : Merek pada kualitas kerjanya Tabiat terhadap uang : Kepuasan Konstitusi (Bentuk) Jasmani : Astenis yang tebal Kekuatan Jasmani : Otot putih kasar Fungsi Tubuh :Sprinter jarak menengah

Personaliti tetap yang dapat diriset secara psikometrik : learner, assertive, perfectionist, crafty, hard to please, proud, optimistic, deep, tenacious, selling valuable

Empat Kata Kunci: Mengarang, perut panjang, perubahan, murni

Cara Belajar: Memahami konsep dengan ilustrasi, grafis, film, dan menyukai bahasa tubuh Meningkatkan minat belajar: Ditantang dengan memvisualkan ‘big picture’ Klu Diri: Mencari PROGRAM untuk  menginkubasi ciptaannya.

Keutamaan SEKOLAH menuju karir di INDUSTRI yang sesuai (Prioritas #1) : marketing/periklanan, lifestyle/mode, penerbangan, agro-forestry

Sekolah menuju PROFESI pilihan lainnya (Prioritas #2) :Pengusaha/investor, bisnis pendidikan/pelatihan, penulis sastra, cinematrografis, detektif, seniman, pengusaha, peneliti sains murni, fisikawan quantum,  pencipta lagu, reengineering, proyeksi, peramal bisnis, pemain  saham,  investor, filosof,  pakarpembelajaran/pemodul, event organizer, produsen, disainer, ahli kreatif berbagai bidang, arsitek, sutradara, pelukis abstrak, pesulap, peramal, pialang saham, atlit (spinter/pertandingan), pelatih olahraga pertandingan, penyembuh, cenayang, dll.

Sisi positif yang perlu dibina dan hal yang perlu diwaspadai dari anda sendiri: Berpikir positif namun sekaligus menghayal ala ‘time tunnel’ seolah-olah semua bisa terjadi, menyenangkan sebagai mitra bisnis namun tidak suka bicara pribadi,percaya diri sangat tinggi namun memacu mesin’nya terlalu cepat seolah tanpa rem, atraktif dan estetik namun terkadang melewati jamannya, meski mahir membuat konsep tapi juga menguasai pekerjaan hilirnya namun menjadi terlalu masa-bodo dengan lingkungannya, terbuka dengan perbedaan pendapat namun tetap keras kepala dengan keyakinannya.

Penjelasan Hasil INTUITING INTROVERT

Ii adalah singkatan dari Intuiting introvert. Jika huruf I berdiri sendiri merupakan identitas sebagai mesin kecerdasan. Menurut kon- sep STIFIn ragam mesin kecerdasan hanya ada lima, dan I adalah salah satu diantara 5 mesin kecerdasan tersebut. Identitas mesin kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika mesin kecerdasan digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (ekstrovert). Dengan demikian Ii su- dah menjadi identitas kepribadian. I ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai mesin kecerdasan lebih besar dari i yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.

Pengertian sederhana dari Intuiting introvert adalah jenis ke- pribadian yang berbasiskan kecerdasan indera keenam(intuisi) yang proses kerjanya dikemudikan dari dalam dirinya menuju ke luar diri- nya. Kepribadian Ii ini memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan kreativitas dan intuisi yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan kreatif atau disebut CQ (Creativity Quotient).

Sistem operasi pada tipe Ii berada di belahan otak bagian atas di sebelah kanan atau disebut sebagai otak besar kanan atau diringkas otak kanan. Pada otak kanan tersebut yang menjadi kemudi kecerdasannya berada di lapisan putih yang letaknya di bagian dalam. Otak kanan putih itulah yang menjadi sistem operasi tipe Ii.

Lapisan yang berwarna putih memiliki tekstur otak yang lebih padat karena mengandung dendrit lebih banyak. Kerapatan yang le- bih tinggi dibandingkan dengan lapisan bagian luar tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari dalam keluar. Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ ketika memiliki ide yang bagus seperti diberi mesin roket untuk terbang ke angkasa bersama ide tersebut.

Mesin kecerdasan I sesungguhnya identik dengan perut panjang. Mereka memiliki perut yang panjang dimana di dalamnya terdapat usus yang panjang. Perut panjang tersebutrupanya merupakan ciri bagi orang Iyang mengolah makanan menjadi tenaga anaerobik dan disim- pan dalam otot yang berwarna putih. Tenaga anaerobik yang terdapat pada otot putih ini merupakan tenaga yang tidak stabil dan meledak- ledak. Itu mengapa jenis tenaga ini akan bagus untuk melakukan sprint dengan kecepatan tinggi. Tenaga anaerobik merupakan tenaga yang eksplosif. Tentu saja otot putih ini mesti sering digunakan supaya otot berkembang dan memiliki kapasitas menyimpan tenaga anaerobik yang lebih banyak. Tipe Ii terlebih lagi karena ditunjang oleh ketersediaan baterai (charger) yang ada di dalam dirinya menyebabkan Ii seperti memiliki daya ledak yang kuat. Selain memiliki bentuk (konstitusi) fisik yang astenis (jangkung) tebal juga orang Ii memiliki tubuh sebagai pe- nunjang bagi kepalanya untuk pergi terbang jauh bersama gagasannya. Oleh karena itu seringkali pada orang I secara umum memiliki bentuk bahu yang miring seolah-olah ibarat roket yang dipandu oleh kepal- anya, khususnya otak kanannya.

Perut panjang mengolah makanan secara rakus dan menyim- pan pada otot putihnya sebagai tenaga anaerobik. Tenaga anaerobik ini memiliki kemampuan untuk melakukan sprint. Bergerak secara eks- plosif namun kemudian cepat habis. Namun pada kemudi yang intro- vert masih bisa didorong hingga mampu mencapai jarak menengah. Tetap tidak bisa untuk jarak jauh karena untuk yang ini hanya mung- kin jika menggunakan tenaga aerobik. Itulah mengapa orang I kurang suka main otot karena ia tahu bahwa pada dirinya hanya tersedia lebih banyak otot putih dan kurang memiliki otot merah yang mengandung tenaga aerobik.

Tipe I lebih suka menggunakan kepala namun jenis kepala sebe- lah kanan yang tidak membuat merengut seperti kepala sebelah kiri, kepala kanan justru lebih nyeleneh. Disebabkan fungsi kepala kanan- nya inilah, tipe I lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan berkelas yang membutuhkan kualitas yang bersumber dari sumberdaya kreativitas yang dimilikinya. Kemudian digabungkan dengan kecerdasan yang berbasiskan indera keenam, maka fungsi kepala kanan akan membuat tipe I lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan necis yang tidak kotor oleh keringat. Hal itu juga yang membuat tipe I memilih peran sebagai sutradara di belakang layar yang memberi ide dan inspirasi kepada para pemain yang berada di lapangan atau di panggung. Jika tipe I nya dikemudikan dari dalam menjadi tipe Ii akan mun- cul sifat ingin serba sempurna. Hal itu membuat Ii menyukai berperan sebagai seorang penggagas yang menginisiasi atau memulakan peker- jaan dengan target melakukan perubahan atau memberi nilai tambah pada pekerjaannya. Kemampuannya menangkap bahasa langit atau memprediksi kejadian yang membuat tipe I berani mengambil risiko. Hal inilah yang membuat tipe I sangat berminat menjadi pengusaha atau pebisnis yang sejatinya berani menghadapi risiko gagal.

Jenis Ii memiliki kelebihan otomatis yang berfungsi dalam cara kerjanya yang terbiasa mencari kualitas. Dan kualitas itu diciptakan dari pangkalnya, sehingga membuat tipe Ii sangat getol mencari penemuan- penemuan atau penciptaan-penciptaan baru. Kelebihannya justru ter- letak pada orientasinya untuk mengadakan sesuatu yang sebelumnya belum ada. Ia mencari kepuasan. Jika ciptaannya kemudian diakui sebagai penemuan baru maka baginya itu menjadi kepuasan yang tak terhingga. Demikian juga tabiatnya terhadap uang, ia akan membelan- jakan uangnya untuk berinvestasi terhadap kualitas dirinya atau ciptaan- nya agar ia memperoleh kepuasan secara berkelas.

Berkat kesungguhannya untuk menciptakan sesuatu yang baru itulah yang membuat ia hanya akan puas jika menghasilkan sesuatu yang signifikan (berbeda secara nyata). Harapannya selalu mencipta se- suatu yang baru sehingga pada akhirnya secara akumulatif ia berhasil mengubah keadaan dirinya atau lingkungannya secara signifikan.

Kemampuannya untuk selalu mencipta, memberi nilai tambah, menghasilkan perubahan yang signifikan, dan menjaga kesempunaan itulah yang membuat orang Ii memiliki merek yang melekat pada dirinya sebagai sosok yang memiliki kualitas kerja yang tinggi. Tipe Ii tidak mementingkan kuantitas (volume) tapi justru sangat mementingkan kualitas (menghasilkan marjin yang besar). Sehingga kesungguhannya untuk menjaga kualitas kerjanya menjadi jaminan bagi orang lain yang ingin bekerjasama dengannya.

Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian Ii mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terda- pat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik. Menurut konsep STIFIn ke sepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh sifat yang tetap tersebut adalah: learner, assertive, perfectionist, crafty, hard to please, proud, optimistic, deep, tenacious, dan selling valuable(bahasa Inggris dipertahankan supaya definisinya tidak multi tafsir).

Dalam proses belajarnya ia selalu berfokus pada memahami kon- sep. Upaya untuk memahami konsep itu tidak mudah oleh karena itu jika ia dibantu dengan ilustrasi, grafis, dan film akan memudahkan bag- inya untuk memahami konsep dari setiap pelajaran. Kemudian proses belajarnya juga dapat ditransfer dari bahasa tubuh si pengajar. Oleh karena itu tipe Ii akan menyukai dosen atau guru yang ekspresif da- lam berkomunikasi baik dari aspek konten pilihan kata ataupun dari cara deliverinya. Konten pelajaran yang disukainya adalah konten yang menggugah keingintahuannya atau memberi inspirasi baru baginya. Juga ia menyukai cerita-cerita petualangan yang fiktif karena hal itu akan membuka cakrawala fantasinya. Pemberian motivasinya cukup dengan ditantang melihat masa depan yang lebih baik. Tipe Ii memiliki optimisme yang kuat dan juga keras kepala untuk memperjuangkan kemauannya. Dengan memvisu- alkan ‘big picture’ tentang masa depannya maka akan lebih mudah ia membangun sendiri rute keberhasilannya. Demikian pula dalam kegia- tan belajarnya, ia akan lahap membaca buku jika sudah melihat man- faatnya.

Prioritas utama jika ingin memilih jurusan dan memilih profesi sebaiknya diarahkan pada satu diantara empat pilihan industri berikut ini, yaitu marketing/periklanan, lifestyle/mode, penerbangan, agro- forestry. Selanjutnya dapat dipilih diantara pilihan jurusan atau pro- fesi seperti pilihan berikut ini: pengusaha/investor, bisnis pendidikan/ pelatihan, penulis sastra, cinematrografis, detektif, seniman, pengusaha, peneliti sains murni, fisikawan quantum, pencipta lagu, reengineer- ing, proyeksi, peramal bisnis, pemain saham, investor, filosof, pakar pembelajaran/pemodul, event organizer, produsen, disainer, ahli kreatif berbagai bidang, arsitek, sutradara, pelukis abstrak, pesulap, peramal, pialang saham, atlit (spinter/pertandingan), pelatih olahraga pertanding- an, penyembuh, cenayang, dll.

Mengapa memerlukan dan lain-lain karena semakin kesini profesi semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Ii adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: mengarang, perut panjang, perubahan, danmenerbangkan. Artinya jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan kreativitas, mengandalkan tenaga anaerobik (karena perutnya panjang) atau tenaga tidak stabil yang melompat-lompat dan meledak-ledak, dan jenis jurusan atau profesi yang bernafaskan perubahan, serta memiliki ciri menerbangkan ide menjulang ke langit yang tinggi. Artinya menghendaki perubahan yang signifikan dan radikal.

Sebagai pribadi yang utuh tipe Ii memiliki sisi-sisi diametral se- bagai berikut: berpikir positif namun sekaligus mengkhayal ala ‘time tunnel’ seolah-olah semua bisa terjadi, menyenangkan sebagai mitra bisnis namun tidak suka bicara pribadi, percaya diri sangat tinggi na- mun memacu ‘mesin’nya terlalu cepat seolah tanpa rem, atraktif dan estetik namun terkadang melewati jamannya, meski mahir membuat konsep tapi juga menguasai pekerjaan hilirnya namun menjadi terlalu masa-bodo dengan lingkungannya, terbuka dengan perbedaan penda- pat namun tetap keras kepala dengan keyakinannya. Oleh karena itu perlu berwaspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka se- cara otomatis kelemahannya tertutup dengan sendirinya.

Disain keberhasilan hidupnya ditandai dengan kemampuannya menjalankan PROGRAM untuk menginkubasi ciptaannya. Idenya tidak pernah habis karena radar vertikalnya diberi roket dari dalam. Tipe I memiliki kemistri KATA atau berupa ilmu dan gagasan. Kata yang beru- pa ilmu dan gagasan tersebut akan mudah diadakan baginya. Namun ide saja tidak cukup. Karena ide itu harus diterbangkan setinggi-ting- ginya. Proses menerbangkan ide dimulai dengan cara mematangkan ide tersebut, dibuat infrastuktur untuk menerbangkan ide tersebut. Wujud konkrit mematangkan ide dan mempersiapkan infrastrukturnya yaitu jika ide tersebut telah mewujud menjadi program dengan segala prana- tanya. Semakin banyak program yang bisa digarap untuk merealisasi- kan mimpi-mimpi dan gagasannya semakin ia menemukan jati dirinya.

INTUITING EKSTROVERT

Intisari tentang anda: Kecerdasan Anda Intuiting  yang berarti merujuk kepada indra keenam Anda, yang sekaligus menjadi otak kreatif Anda. Kecerdasan tersebut dikemudikan bergerak dari luar ke dalam, sehingga Anda pandai memprediksi kecenderungan bisnis ke depan.

Sistem operasi otak berada di : Belahan: Otak KananLapisan: Kelabu (luar) Kecerdasan setara : Sp-Q (Spatial Quotient) Peranan :Reformer (Pembaharu) Kelebihan : Innovation (Karya cipta) Target :Quality (Kualitas) Harapan : Assembling (Kreatifitas perakitan) Arah Merek : Merek pada marjin keuntungannya Tabiat terhadap uang :Maju Konstitusi (Bentuk) Jasmani : Astenis yang tipis Kekuatan Jasmani : Otot putih lembut Fungsi Tubuh : Sprinter  jarak pendek

Personaliti tetap yang dapat diriset secara psikometrik : Inspiring, solver, benchmarker, expressive, respectful, assemblies, detective, selective, diesel, romantic

Empat Kata Kunci: Mengarang, perut panjang, perubahan, rakitan

Cara Belajar: Merumuskan tema yang dipelajari, fasilitasi dengan peraga bongkar pasang, dan sesekali melatih soal Meningkatkan minat belajar: Diberi ruang gerak dan difasilitasi minatnya. Klu Diri:Mencari Mencari BISNIS untuk mengkapitalisasi asetnya.

Keutamaan SEKOLAH menuju karir di INDUSTRI yang sesuai (Prioritas #1) : kewirausahaan/investasi, pendidikan/pelatihan, sastra, cinematrografi, spionase/kepolisian

Sekolah menuju PROFESI pilihan lainnya (Prioritas #2) :Marketer/iklan agency, lifestyle/mode, bisnis-penerbangan, bisnis agro-forestry seniman, pengusaha, peneliti sains murni, fisikawan quantum,  pencipta lagu, reengineering,  proyeksi, peramal bisnis, pemain saham,  investor, filosof,  pakar pembelajaran/pemodul, event organizer, produsen, disainer, ahli kreatif berbagai bidang, arsitek, sutradara, pelukis abstrak, pesulap, peramal, pialang saham, atlit (spinter/pertandingan), pelatih olahraga pertandingan, penyembuh, cenayang, dll.

Sisi positif yang perlu dibina dan hal yang perlu diwaspadai dari anda sendiri: Ibarat detektif yang hebat menginvestigasi  maka ia harus berjarak dengan lingkungannya, memuja misi pribadinya namun enggan terbebani dengan hubungan yang mendalam, intuisi  dan  kreativitasnya  meluas namun ada kalanya ia lari secara asketis atau melakukan pesta pelampiasan, ide-ide besar diassembling dengan idenya sendiri untuk menjadi lebih bernilai  namun sayangnya ia bergantung pada mastermind-nya, selalu ingin perubahan  secara kontekstual dan  progresif namun tidak menyadari api permusuhan yang menentangnya.
Read More
INTUITING EKSTROVERT (Ie)

INTUITING EKSTROVERT (Ie)

Ie adalah singkatan dari Intuiting extrovert. Jika huruf I berdiri sendiri merupakan identitas sebagai mesin kecerdasan. Menurut kon- sep STIFIn ragam mesin kecerdasan hanya ada lima, dan I adalah salah satu diantara 5 mesin kecerdasan tersebut. Identitas mesin kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika mesin kecerdasan digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (ekstrovert). Dengan demikian Ie su- dah menjadi identitas kepribadian. I ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai mesin kecerdasan lebih besar dari e yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.

Pengertian sederhana dari Intuiting extrovert adalah jenis ke- pribadian yang berbasiskan kecerdasan indera keenam (intuisi) yang proses kerjanya dikemudikan dari luar dirinya menuju ke dalam diri- nya. Kepribadian Ie ini memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan kreativitas yang meruang (spatial) yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan spatial atau disebut Sp-Q (Spatial Quotient).

Sistem operasi pada tipe Ie berada di belahan otak bagian atas di sebelah kanan atau disebut sebagai otak besar kanan atau diringkas otak kanan. Pada otak kanan tersebut yang menjadi kemudi kecerdasannya berada di lapisan abu-abu yang letaknya di bagian luar atau permukaan otak. Otak kanan abu-abu itulah yang menjadi sistem operasi tipe Ie.

Lapisan yang berwarna abu-abu memiliki tekstur otak yang lebih longgar karena mengandung dendrit lebih sedikit. Kerapatan yang lebih rendah dibandingkan dengan lapisan bagian dalam tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari luar ke dalam. Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ ketika memiliki ide yang bagus dibawa men- darat ke bumi agar bisa lebih diterima oleh masyarakat atau lingkung- annya. Oleh karena itu seringkali pada orang I secara umum memiliki bentuk bahu yang miring seolah-olah ibarat roket yang dipandu oleh kepalanya, khususnya otak kanannya.

Mesin kecerdasan I sesungguhnya identik dengan perut panjang. Mereka memiliki perut yang panjang dimana di dalamnya terdapat usus yang panjang. Perut panjang tersebut rupanya merupakan ciri bagi orang I yang mengolah makanan menjadi tenaga anaerobik dan disim- pan dalam otot yang berwarna putih. Tenaga anaerobik yang terdapat pada otot putih ini merupakan tenaga yang tidak stabil dan meledak-ledak. Itu mengapa jenis tenaga ini akan bagus untuk melakukan sprint dengan kecepatan tinggi. Tenaga anaerobik merupakan tenaga yang eksplosif. Tentu saja otot putih ini mesti sering digunakan supaya otot berkembang dan memiliki kapasitas menyimpan tenaga anaerobik yang lebih banyak. Tipe Ie menjadi lebih tidak stabil karena ketersediaan baterai (charger) yang ada di luar dirinya menyebabkan Ie seperti memiliki daya ledak yang eksplosif seketika. Selain memiliki bentuk (konstitusi) fisik yang astenis (jangkung) dan tipis juga orang Ie memiliki kepala yang lebih pipih mengarah ke belakang sehingga memudahkan menyerap aspirasi horizontal tanpa kehilangan orientasi vertikalnya. Hal ini dapat diibaratkan seperti alien yang mendarat ke bumi.

Perut panjang mengolah makanan secara rakus dan menyimpan pada otot putihnya sebagai tenaga anaerobik. Tenaga anaerobik ini memiliki kemampuan untuk melakukan sprint. Bergerak secara ek- splosif namun kemudian cepat habis. Terlebih pada kemudi yang ex- trovert daya eksplosif itu menjadi cepat habis karena sumber energinya datang dari luar. Memang tidak memiliki kemampuan untuk menempuh jarak jauh karena untuk yang ini hanya mungkin jika menggunakan tenaga aerobik. Itulah mengapa orang I kurang suka main otot karena ia tahu bahwa pada dirinya hanya tersedia lebih banyak otot putih dan kurang memiliki otot merah yang mengandung tenaga aerobik.

Tipe I lebih suka menggunakan kepala namun jenis kepala sebelah kanan yang tidak membuat merengut seperti kepala sebelah kiri, kepala kanan justru lebih nyeleneh. Disebabkan fungsi kepala kanan- nya inilah, tipe I lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan berkelas yang membutuhkan kualitas yang bersumber dari sumberdaya kreativitas yang dimilikinya. Kemudian digabungkan dengan kecerdasan yang berbasiskan indera keenam, maka fungsi kepala kanan akan mem- buat tipe I lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan necis yang tidak kotor oleh keringat. Hal itu juga yang membuat tipe I memilih peran sebagai sutradara di belakang layar yang memberi ide dan inspirasi kepada para pemain yang berada di lapangan atau di panggung. Jika tipe I nya dikemudikan dari luar menjadi tipe Ie akan muncul sifat ingin selalu berinovasi dengan jenis inovasi yang bisa diterima oleh lingkungannya. Hal itu membuat Ie menyukai berperan sebagai seorang reformer (pembaharu) yang membawa ide murni sebagai sumber perubahan namun diassembling dengan selera pasar. Kemampuannya menangkap bahasa langit atau memprediksi kejadian atau menangkap ide dan kemudian dibenturkan dengan kenyataan yang ada di bumi membuat tipe Ie lebih yakin dalam berbisnis. Daya assemblingnya mempertemukan kemurnian dan kenyataan membuat ia lebih berani mengambil risiko. Hal inilah yang membuat tipe Ie sangat berminat menjadi pengusaha atau pebisnis yang sejatinya berani menghadapi risiko gagal.

Jenis Ie memiliki kelebihan otomatis yang berfungsi dalam cara kerjanya yang terbiasa berinovasi diantara ruang gerak yang terbuka di sekitar lingkungannya. Inovasi berarti menciptakan peluang baru dalam berbisnis. Kelebihannya dalam mempertemukan inovasi baru dengan kehendak kekinian yang boleh jadi masih tersimpan dalam bentuk potensi menyebabkan ia menjadi pembaharu inovatif yang lebih diterima masyarakat. Meskipun demikian ia tidak menyerah begitu saja dengan kemauan pasar melainkan mengajak pasar kepada sesuatu yang baru. Pada saat yang sama ia mampu mengukur untuk membawa orientasi pasar pergi sejauh yang masih mampu dijangkau. Pada bagian itulah dia mampu mengassembling ide murni menjadi ide pasar. Juga mampu mengassembling berbagai ide dirakit ulang menjadi ide baru yang berorientasi pasar.

Berkat kegemarannya untuk berinovasi maka ia memerlukan ruang gerak yang leluasa untuk mematangkan idenya. Ia akan merasa mati hampa jika tidak bisa mencipta sesuatu untuk lingkungannya. Harapan- nya selalu bertumpu pada kesempatan untuk mencipta dan berinovasi sehingga ruang bisnis di sekitarnya berhasil diwarnainya dengan ane- ka pembaharuan olehnya. Demikian juga tabiatnya dalam mengelola uang, ia merasa mati jika tidak punya uang untuk berinvestasi pada kemajuan dirinya. Selalu ada alokasi untuk membeli masa depannya. Ia selalu berpikir kemajuan yang dibelanjakan dari sekarang.

Ukuran keberhasilannya justru terletak pada bisnis yang dijalan- kannya. Basis bisnisnya bukanlah datang dari kerja keras melainkan kerja kreatif yang menghasilkan nilai tambah yang besar. Sehingga wa- jar dijual pada pasar berkelas dengan harga tinggi. Otomatis marjinnya pun akan tinggi. Dengan kemampuan kreatifnya, diolah menjadi inovasi, dimatangkan dengan proses assembling baik ide-ide lain ataupun diassembling dengan ekspektasi pasar maka akhirnya sosok Ie sangat layak diberi merek sebagai pencipta marjin keuntungan bisnis. Tipe Ie dapat ditantang untuk memenangkan persaingan di pasar ‘lautan me- rah’ yang berdarah-darah atau juga memiliki kemampuan menciptakan peta persaingan baru di pasar ‘lautan biru’ yang belum terjamah. Naluri bisnisnya memiliki karakter dan optimisme yang kuat untuk bermain di pasar berkelas, karena ia yakin kreativitas, inovasi, dan kemampuan as- semblingnya membuat pantas ia mendapatkan marjin yang tinggi.

Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian Ie mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terda- pat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik. Menurut konsep STIFIn kesepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh sifat yang tetap tersebut adalah: inspiring, solver, benchmarker, expressive, respectful, assemblies, detective, selective, diesel, dan romantic (bahasa Inggris dipertahankan supaya definisinya tidak multi tafsir).

Proses belajarnya tipe Ie cenderung lebih cepat dari seumurnya. Justru dalam proses belajarnya ia selalu mencoba mencari tema di balik bacaannya. Ia akan mampu menemukan konsep yang tersembunyi dari apa yang dipelajarinya melebihi kemampuan jenis-jenis kecer- dasan yang lain. Oleh karenanya jika ingin membuat orang Ie belajar dengan baik harus dipermudah baginya untuk merumuskan tema yang dipelajari. Supaya kemampuan kreatifnya menyala maka perlu difasilitasi dengan peraga bongkar pasang yang akan direkam oleh kecerdasan spatialnya menjadi pelajaran kreatif. Dan karena ia mampu membumi dan beradaptasi maka ia juga perlu diberikan cara belajar sebagaimana kebanyakan orang yaitu dengan melatih soal untuk mendapatkan pe- ngalaman yang terpola dalam pikirannya.

Untuk memotivasi orang Ie memang harus lebih kreatif dari dirinya, karena yang diperlukan oleh dirinya adalah sesuatu yang sukar dan mahal, yaitu ruang gerak sesuai dengan minatnya. Sementara minatnya adalah di bidang kreatif yang senantiasa berubah. Menciptakan ruang gerak yang seperti itu terkadang tidak terdapat di sekolah dan di tempat kursus. Seringkali harus didisain sendiri untuk memastikan minatnya tergembleng secara maksimal dan naik dari satu tahap ke tahap yang lain tanpa ia kehilangan semangatnya.

Prioritas utama jika ingin memilih jurusan dan memilih profesi sebaiknya diarahkan pada satu diantara lima pilihan industri berikut ini, yaitu kewirausahaan/investasi, pendidikan/pelatihan, sastra, cinematrografi, spionase/kepolisian. Selanjutnya dapat dipilih diantara pilihan jurusan atau profesi seperti pilihan berikut ini: marketer/iklan agency, lifestyle/mode, bisnis-penerbangan, bisnis agro-forestry, seniman, pe- ngusaha, peneliti sains murni, fisikawan quantum, pencipta lagu, re- engineering, proyeksi, peramal bisnis, pemain saham, investor, filosof, pakar pembelajaran/pemodul, event organizer, produsen, disainer, ahli kreatif berbagai bidang, arsitek, sutradara, pelukis abstrak, pesulap, peramal, pialang saham, atlit (spinter/pertandingan), pelatih olahraga pertandingan, penyembuh, cenayang, dll.

Mengapa memerlukan dan lain-lain karena semakin kesini profesi semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Ie adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: mengarang, perut panjang, perubahan, dan mendaratkan. Artinya jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan kreativitas, mengandalkan tenaga anaerobik (karena perutnya panjang) atau tenaga tidak stabil yang melompat-lompat dan meledak-ledak, dan jenis jurusan atau profesi yang memiliki jiwa perubahan, serta memiliki ciri mendaratkan ide yang brilian datang dari langit didaratkan ke bumi sesuai keadaan masyarakat atau selera pasar.

Sebagai pribadi yang utuh tipe Ie memiliki sisi-sisi diametral se- bagai berikut: ibarat detektif yang hebat menginvestigasi maka ia harus berjarak dengan lingkungannya, memuja misi pribadinya namun eng- gan terbebani dengan hubungan yang mendalam, intuisi dan kreativi- tasnya meluas namun ada kalanya ia lari secara asketis atau melakukan pesta pelampiasan, ide-ide besar diassembling dengan idenya sendiri untuk menjadi lebih bernilai namun sayangnya ia bergantung pada mastermind-nya, selalu ingin perubahan secara kontekstual dan progresif namun tidak menyadari api permusuhan yang menentangnya. Oleh karena itu perlu berwaspada dengan kelemahannya dan beru- saha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka secara otomatis kelemahannya tertutup dengan sendirinya.

Jalur keberhasilan tipe Ie adalah jalur KATA. Karena kemistri kata akan selalu melekat kepadanya. Kata yang berupa ilmu dan gagasan merupakan panggilan jiwanya. Dirinya memiliki kemampuan menda- tangkan kata karena memiliki radar untuk menangkap kata, dan se- baliknya juga kata akan lebih suka datang kepadanya karena sudah menjadi pasangan hidupnya. Namun kata yang diperolehnya harus didaratkan di bumi dengan jalan mengolahnya menjadi ide yang membumi dan dapat diwujudkan sesuai keperluan pasar. Oleh karena itu tingkat keberhasilan mendaratkan kata baginya jika kata tersebut da- pat diolah menjadi aktivitas BISNIS. Wujud keberhasilannya adalah jika idenya dapat ditransformasi menjadi bisnis. Aktivitas bisnis ini sesungguhnya merupakan wadah tidak hanya untuk mengkonkritkan idenya tapi juga untuk untuk mengkapitalisasi asetnya. Semakin banyak idenya dan aset dirinya yang dikapitalisasi menjadi aktivitas bisnis maka semakin cemerlang hidupnya.
Read More